Jumat, 28 Desember 2012

CUPIDAPALA - tersesat -

<blockquote>pagi ini, entah aku seakan akan lupa tentang hari, dan tanggal. tapi yang aku ingat hanya kamu. sesuatu yang selalu aku sebut dalam doaku, dalam kenanganku. dia yang mungkin menyayangiku. ketika ku buka tirai pintutenta ini, angin subuh menerpa wajahku berulangkali, hawa dingin menemani tayamum-ku pagi ini. setelah selesai sholat subuh, kukemasi barangku, dan siap kutinggal menuju puncak. ya kini aku sedang berada di pos sembilan pendakian gunung selamet. temapat ladang bunga edelweis, bunganya para pendaki gunung. aku disini bersama sembilan temanku, kami yang menyebut diri kami. cupidapala.

18 agustus kami sudah sampai di sebuah gubuk tua entah milik siapa. tapi dilihat dari keadaannya gubuk ini sudah lama tidak ada yang mensinggahinya walau hanya untuk sekedar duduk melepas lelah. kami adalah yang pertama sejak terakhirkali gubuk ini disinggahi. "buat makan yukkk, masih ada mie kan di tas mu gus, cewe cewe ini kelaparan" asiz tiba tiba berkata kepadaku. "masih laper kamu.. ni persediaan kita yang terakhir ada di tas gw, cuma sanggup buat dua hari kedepan, gimana bud mau dibuat" aku langsung tanya si item budi. yah, kami sudah setengah hari berjalan dan belum istirahat untuk makan siang, jalur yang kami ambil seharusnya udah sampai sejak semalam, tapi mungkin kami salah ambil jalan, hingga sampai sore ini pun kami blm sampai ke basecamp.

"kira kira arah purwokerto mana ya bud" tanya adi dengan tenang. adi adalah ketua kami, dia yang mengumpulkan kami sehingga terbentuklah cupidapala. "la mbuh kiye.. kayaknya si di sebelah selatan sana. seharusnya lo.. " jawab budi ragu. "okelah kita makan dulu, tapi makannya ngirit ya, bagus, budi, asiz, TU, abung, agro makannya jangan banyak banyak, kalo ela ama gelyn mah gak bakal banyak makannya" seru adi. dan akhirnya 3 bungkus mie kita makan ber sembilan, kunrang memang tapi apalah daya untuk menjaga stok makanan kita selama masih belum samapai ke basecamp.

maghrib telah menyerang kami, kami masih berkutik di hutan hujan tropis dengan pohonnya yang super besar, super rindang dan super padat. "sepertinya kita sudah hampir sampai di areal pedesaan, kalian bisa dengar suara adzan yang menggetarkan hati itu?" kata agro. "wah iya ayo jangan sampe keliru lagi" sahut abung. "wah kata itu akhirnya muncul lagi, kata sandi kita 'keliru'" kataku. dan serontak semua kawan kawan pun tertawa terbahak bahak. 

pelajaran yang diambil dari kondisi diatas ketika mendaki gunung dan tersesat adalah:
1. selalu bersama
2. jaga kondisi tubuh dengan tetap makan walaupun sedikit
3. jaga stok makanan selama tersesat
4. peka terhadap tanda tanda alam, seperti adzan aliran sungai dan lainnya
5. selalu cairkan suasana dengan ceria </blockquote></blockquote>

1 komentar:

  1. Hahaha..
    Kangen banget sama kalian semua..
    Ini pendakian Slamet yg ke berapa ya?

    BalasHapus